Pandangan Hidup

Sesuai teori, pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan dan petunjuk hidup di dunia.

Untuk mengetahui pendapat dari masyarakat tentang pandangan hidup, pada kesempatan ini saya akan menyampaikan hasil wawancara dengan Bpk.Masud Ridwan. Wawancara tersebut saya lakukan di kediaman beliau.

Berikut hasil wawancara dengan beliau :

A = Saya(pewawancara)

B = Bpk. Masud Ridwan(narasumber)

1012182_621673891178744_1041734938_n

A : selamat pagi pak.

B : pagi.

A : saya alfian mahasiswa dari universitas gunadarma ingin mewawancarai bapak terkait tugas dari mata kuliah ilmu sosial dasar. maaf apakah bapak ada waktu?

B : ada, berapa jam yang dibutuhkan untuk wawancara?

A : sebentar kok pak, kira-kira sekitar 30 menit.

B : baik silahkan.

A : begini pak, menurut bapak apa pengertian pandangan hidup?

B : menurut saya pandangan hidup itu ialah aturan yang digunakan sebagai pedoman dalam menjalani hidup ini dan tujuan yang ingin dicapai.

A : kemudian pertanyaan selanjutnya apakah tujuan yang bapak ingin capai sekarang telah terwujud?

B : belum semuanya dik, yang sudah saya capai salah satunya adalah menjadi anak yang berguna.

A : maksudnya anak yang berguna itu seperti apa pak?

B : dapat membahagiakan orang tua, tidak terlibat dalam tindakan kriminal.

A : sekarang bapak bekerja di bidang apa?

B : saya bekerja di bidang survey dengan cakupan survey kepuasan pelanggan, survey kinerja, survey penentuan produk unggulan dan lain-lain. selain itu saya juga bekerja dibidang pelatihan SDM.

A : apa pendapat bapak tentang pekerjaan yang sekarang bapak dapatkan?

B : pekerjaan tersebut sangat saya sukai karena sering berhubungan dengan orang yang mempunyai masalah. Hal ini sesuai dengan prinsip saya bahwa orang yang baik adalah orang yang mempunyai banyak manfaat bagi orang lain.

A : apa bapak senang dengan pekerjaan bapak sekarang?

A : ya

A : ohh begitu, lalu apa arti sukses menurut bapak?

B : sukses berarti tercapainya apa yang saya inginkan dan saya impikan.

A : kalau boleh tahu, apa cita-cita bapak sewaktu bapak kecil?

B : awalnya saya ingin menjadi dokter.

A : kendala apa yang menyebabkan pekerjaan bapak sekarang berbeda dengan cita-cita sewaktu kecil?

B : yaa setiap manusia boleh membuat cita-cita setinggi langit(misal:menjadi dokter). Seiring waktu dan kondisi cita-cita yang diinginkan tidak sepenuhnya dapat terwujud karena terbentur dengan kondisi ekonomi keluarga saya.

A : baik pak terimakasih atas waktu yang telah disediakan untuk wawancara ini.

B : iya dik sama-sama.

 

Berikut adalah foto narasumber

W2430_IMG_20130621_143357

Ini adalah bukti surat keterangan Bpk. Masud Ridwan

surat keterangan kerja masud_SEM oke

Dengan demikian wawancara dengan Bpk.Masud Ridwan dapat disimpulkan, walaupun cita-cita tidak dapat tercapai dengan yang diharapkan janganlah putus asa. Syukuri apa yang kita capai, masih banyak kesempatan di luar sana untuk kita dapatkan yang mungkin dapat lebih menyenangkan untuk dijalani dibandingkan dengan cita-cita kita sebelumnya.

About alfianeffendi

Someone who want to try be successful!! Lihat semua pos milik alfianeffendi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: